Kevin Kamis, 05 Januari 2023 | 76

Bank Sumut Bidik Dana IPO Rp 1,49 Triliun, untuk Apa Saja?

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara siap menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mengantongi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan. Mengacu prospektus yang dipublikasikan, bank milik Pemda Sumatera Utara tersebut akan melepas  sebanyak 2,93 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 250 setiap saham. Jumlah saham yang dilepas itu sebanyak-banyaknya 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Perseroan membuka harga penawaran senilai Rp 350 – Rp 510 per saham. Dari penawaran saham tersebut, perseroan membidik dana segar hingga Rp 1,49 triliun. Bank Sumut akan dicatatkan dengan kode saham BSMT dan melantai di bursa awal Februari mendatang.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan sekitar 80% untuk modal kerja perseroan guna mendukung ekspansi bisnis perseroan termasuk kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Selanjutnya, sekitar 20% akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan termasuk layanan digital. Adapun, sekitar 10% capital expenditure termasuk pengeluaran untuk aset sewa berupa pembukaan atau perpanjangan sewa unit kantor, unit layanan, renovasi gedung, dan infrastruktur teknologi informasi. Lalu, sekitar 10% operational expenditure berupa pengembangan jaringan ATM, pengembangan layanan digitalisasi, peningkatan system security, dan pengembangan teknologi informasi lainnya dengan skema manage service.

Selain itu, perseroan juga mengadakan program MESOP sebanyak-banyaknya 259,79 juta atau sebanyak-banyaknya 2,64% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pada saat pengumuman RUPS mengenai penambahan modal untuk program alokasi saham kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan atau MESOP. Atau setara 2,00% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga pelaksanaan Program MESOP akan ditetapkan berdasarkan peraturan bursa efek yaitu 90% dari rata-rata harga penutupan perdagangan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari sebelum permohonan pencatatan program MESOP.

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk empat penjamin emisi efek, yakni BRI Danareksa Sekuritas, UOB Kay Hian Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia dan Aldiracita Sekuritas Indonesia. Sebelumnya, Bank Sumut telah memperoleh pernyataan praefektif dari OJK pada 3 Januari 2023 untuk melantai di bursa. Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi, Arieta Aryanti, menyatakan rencana pelepasan saham perdana Bank Sumut di lantai bursa adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja dan aset bank milik masyarakat Sumatra Utara, dan penguatan tata kelola dan penerapan manajemen risiko.

“Dengan kinerja keuangan yang menghasilkan peningkatan laba, diharapkan kontribusi terhadap penghasilan asli daerah (PAD) ikut meningkat,” ujar Arieta, dalam keterangan resmi, Rabu (4/1).

 

Berikut jadwal IPO Bank Sumut:
Masa Penawaran Awal : 5 – 18 Januari 2023
Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari OJK : 30 Januari 2023
Masa Penawaran Umum : 1 – 3 Februari 2023
Tanggal Penjatahan : 3 Februari 2023
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik : 6 Februari 2023
Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 7 Februari 2023

 

 

 

Sumber: https://katadata.co.id/syahrizalsidik/finansial/63b6c0de51a99/bank-sumut-bidik-dana-ipo-rp-1-49-triliun-untuk-apa-saja