Kevin Jumat, 22 April 2022 | 138

Bank Sumut Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di TOP BUMD Awards 2022

 

Jakarta, 20 April 2022— TOP BUMD Awards 2022 atau penghargaan BUMD yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia, telah diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta, Rabu 20 April 2022. Acara yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business ini, dihadiri oleh lebih dari 650 orang, dan dilaksanakan sesuai Protokol Kesehatan Covid-19. Acara itu merupakan hasil kolaborasi antara Majalah Top Business dengan sejumlah lembaga seperti I-Otda (Institut Otonomi Daerah), LKN (Lembaga Kajian Nawacita), SGL Management, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K. Harriman and Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Yayasan Pakem, Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran, dan beberapa lembaga lainnya.

Di acara puncak TOP BUMD Awards 2022 ini, PT Bank Pembanganun Daerah Sumatera Utara atau Bank Sumut mendulang tiga penghargaan prestisius. Yakni, penghargaan TOP BUMD Awards 2022  BPD – Bintang 5, TOP CEO BUMD 2022 kepada Rahmat Fadillah Pohan selaku Direktur Utama Bank Sumut, dan TOP Pembina BUMD 2022 kepada H. Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut. Hadir mewakili Bank Sumut pada acara tersebut Direktur Pemasaran Bank Sumut Hadi Sucipto dan didampingin Pemimpin Bank Sumut Cabang Melawai Agus Condro Wibowo Kepada Wartawan Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menjelaskan, Bank Sumut terus menancapkan kinerja positifnya selama pandemi Covid-19 ini. Dari beberapa rasio dan parameter perbankan, kiprah Bank Sumut ini memang terus meningkat. Baik itu secara bisnis maupun dilihat dari kontribusinya ke pemerintah daerah terus menaik. Salah satu parameternya adalah terkait kinerja pencapaian aset bank yang merupakan terbesar diluar Pulau Jawa “Hingga saat ini, kinerja kami masih positif. Bahkan terkait asset kami merupakan terbesar se-Sumatera dan kelima seluruh Indonesia, setelah Bank BJB, Bank Jateng, Bank Jatim, dan Bank DKI,” jelas Rahmat.

Tercatat, asset Bank Sumut sendiri per akhir 2021 lalu mencapai Rp38,012 triliun atau meningkat cukup tajam dari tahun 2020 di angka Rp33,53 triliun. Sementara untuk pengucuran kredit atau pembiayaan juga di angka Rp25,188 triliun atau meningkat dari tahun sebelumnya di angka Rp23,612 triliun. Untuk Dana Pihak Ketiga terhimpun sebanyak Rp30,979 triliun juga terkerek dibanding tahun lalu di angka Rp26,948 triliun.
“Dengan pencapaian laba bersih kami juga sangat positif di masa pandemic ini yakni meningkat 19,21% secara year on year dari Rp514,6 miliar menjadi Rp613,5 miliar di akhir 2021 lalu,” katanya. Kinerja apik itu tak lepas dari peran pemanfaatan teknologi dan informasi (TI) dalam inovasi layanan. Bahkan dengan pemanfaatan IT juga menjadi sarana mempermudah Bank Sumut dalam berkontribusi terhadap pembangunan di daerah. Rahmat juga menjelaskan, Bank Sumut siap melakukan aksi korporasi perusahaan untuk segera melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Rencana aksi korporasi perusahaan tersebut bisa dilaksanakan di akhir 2022 ini.

Hal ini tak lepas dari adanya potensi besar yang dimiliki Bank Sumut yang akan berpotensi diminati investor. “Bahwa kita punya keunikan dalam hal potensi binis, bonus demografi, dan ekonomi regional serta kapasitas dari kita sendiri. Termasuk dari sisi APBD juga menjadi yang terbesar se-Sumatera. Jadi kami optimistis dengan IPO ini,” tandasnya. Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2022, M. Lutfi Handayani mengatakan pada ajang TOP BUMD Award tahun ini tema yang diangkakat adalah “Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD yang Berkelanjutan”. “Kita berharap, agar Manajemen BUMD tidak hanya mengejar kinerja bisnis tahunan atau dalam jangka pendek saja, tapi juga melakukan investasi agar bisnis BUMD dapat tumbuh berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Lutfi.

Sementara Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., Ketua Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, dalam kesempatan tersebut menjelaskan ada empat kriteria penilaian yang digunakan Dewan Juri dalam TOP BUMD Awards 2022. Pertama, aspek pencapaian kinerja bisnisnya, baik dan berkelanjutan (achievement). Kemudian aspek yang kedua adalah, BUMD yang terus melakukan perbaikan (improvement). Sedangkan yang ketiga, adalah aspek kontribusi dalam pembangunan daerah. Dan aspek yang keempat, adalah strategi/inovasi untuk mendukung bisnis dimasa Pandemi/Kenormalan Baru.