Kevin Senin, 03 Juli 2023 | 1294

Pemegang Saham Bank Sumut Resmi menetapkan Babay Parid Wazdi sebagai Direktur Utama Bank Sumut

Pemegang Saham Bank Sumut resmi menetapkan Babay Parid Wazdi sebagai Direktur Utama Bank Sumut pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar Senin (3/7). Selain mengesahkan penetapan Direktur Utama Bank Sumut, RUPS LB tersebut juga menetapkan jajaran pengurus Bank Sumut lainnya diantaranya mengangkat dan menetapkan Afifi lubis sebagai Komisaris Utama Non Independen Bank Sumut dan Khairy Hanim Rangkuti sebagai Komisaris Independen

Hadir pada pelaksanaan RUPS LB tersebut Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, para Bupati dan Walikota se Sumatra Utara antara lain Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu, Walikota Padang Sidempuan Irsan Effendi Nasution, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Walikota Pematang Siantar Susanti Dewayani,, Bupati Asahan H.Surya, Walikota Tanjung Balai Waris Thalib, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Bupati Karo Cory Sebayang. Hadir juga Direktur Kepatuhan Bank Sumut Eksir dan Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Arieta Aryanti.

Dalam keterangan persnya Gubsu Edy memberikan pesan kepada Dirut terpilih untuk dapat memajukan perbankan daerah. “Dengan menjadi Bank Sumut sebagai perbankan leader untuk perbankan daerah lainnya,”singkatnya

Sementara Dirut Bank Sumut Babay Parid Wazdi menyampaikan bahwa dirinya merasa terhormat untuk mengemban amanah sebagai Dirut Bank Sumut, Babay Parid Wazdi menjelaskan langkah ke depan Bank Sumut akan ikut serta memajukan perbankan daerah.

“Nah, karena ini juga masih suasana ibadah haji, jadi saya mengambil dari referensi pada pesan nabi yakni berpeganglah kepada Alquran dan As-sunnah, berarti ketika kita jadi leader kita harus: Pertama mengarahkan karyawan agar memiliki ide-ide untuk kemajuan. Kedua, as-sunnah itu bermakna bahwa pimpinan itu harus memberikan keteladanan. Ketiga, pimpinan itu harus memiliki legacy, atau jejak-jejak peradaban. Di dunia perbankan jejak-jejak peradaban itu di ukur dari aset, laba, dan parameter lainnya yang tumbuh dengan baik, sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat.